Psikologi Kerja

Saya sendiri kurang mengerti model meja kerja seperti ini type penggunanya seperti termasuk golongan apa? bisa jadi dia seorang yang bermazhab gadgeterrr yang selalu update setiap ada gadget baru,,, atau mazhab SP  (suka pamer).

Jika dilihat dari aktifitasnya,, yang satu lagi play yutub pastinya ngabisin bandwith kantor,, yang satu lagi idle cuman nampang desktop xp defaultnya artinya ini komputer desktop gak pernah buat kerja,, dari pertama install blm diganti desktop wallpapernya,, hang leptop kepenuhan icon artinya orang nya gak rapih banget,,, full file di desktop leptop.. dan yang terakhirr ipad yang masih starting up,, hmmm ini masih di analisa.

kesimpulannya don't try this at home

-gone-

semanan*


semanan's location (sumber: i-net)
di semanan, hari ini telah jadi esok.

itu penjelasan dari rekan kerja saya yang datang di kamis dengan seragam jumat.yang mendebarkan lagi, berarti besok ia tak ngantor karena di semanan esok sudah sabtu. yeyey! 

terbersit segera keinginan pindah kesana. tapi sayangnya hasrat itu kembali reda ketika “selatan jakarta” mengalun dari si uwi. uwinem (baca: winamp).  jadi saya memutuskan untuk tetap tinggal di selatan jakarta.

meski di tempat tinggal saya saat ini akhir pekan itu masih lusa. alias esoknya lagi dari esok.
demikian.

G
-*semanan adalah nama daerah di barat jakarta-

bos jagoan

fat cat super hero (sumber: i-net)

bakat bossy (baca : bosi) itu sudah sedari kecil. mungkin diramu dengan kemalasan tingkat tinggi. menghadirkan output yang menjengkelkan : bosi akut.

tapi itu sudah diterapi. sehingga kini meski masih, tinggal beberapa persen saja dan jikalau sedang sadar berusaha segera direduksi. 

tidak hanya itu. si kecil bosi-itu juga bosi di mimpi. tiap mimpi ia berada di tengah-tengah pertarungan layaknya film laga ( jangan tanya kasus apa, lha namanya juga mimpi, suka aneh ) selalu jadi jagoan.

sayangnya si settingan mimpi suka sok-sok-an mengubah jadi “auto pilot”. maka jadilah si jagoan dalam mimpi itu bingung saat lompat eh lompatnya ketinggian, eh bukan cuma ketinggian dia pun tertiup angin bak layangan putus. membubarkan “keagungan” karisma si jagoan tadi. dan terbangun dengan manyun. yaah ngga jadi bos deh di mimpi :p sekian


G.
-pusat jakarta. mumpung inget buat menulis-

i was enchanted to meet you

photo : pribadi
setelah kemaren sore membaca lirik lagu berjudul enchanted di blog ini. hari ini saya dipenuhi oleh lirik tersebut yang menurut rekan kerja saya sudah mengumandang di ruang tempat kami bekerja, sejak senin. dari pagi ‘till drop alias si pemutar lagunya muleh atawa pulang :d

jadi kepikiran selama ini begitu lah saya ke pacar saya si ardezzo romieri. seperti begitu pula sebaliknya. 

suatu hari, waktu ngga naik bus karena bus saya belum datang. kenapa belum naik, tanya saya? “nothing. i just wanna stay longer with you.” jawabnya. ihik…ihik… jadi pingin makan konro bakar… #eh


G.


14 maret 2012
-saat kenyang pindang patin nan lezat juga hangat-

wonderstruck

sumber: Google
It was enchanting to meet you
All I know is I was enchanted to meet you

This night is sparkling, don't you let it go
I'm wonderstruck, blushing all the way home
I'll spend forever wondering if you know
This night is flawless, don't you let it go
I'm wonderstruck, dancing around all alone
I'll spend forever wondering if you knew
I was enchanted to meet you

This is me praying that

This was the very first page
Not where the story line ends
My thoughts will echo your name
Until I see you again
These are the words I held back
As I was leaving too soon
I was enchanted to meet you

Please don't be in love with someone else

Please don't have somebody waiting on you
.
.
.
.
.
.
.





End
:-) 120312 from the deepest of my heart..
#taylorswiftenchanted

A Place I Called “Someday I Will”


Pertama mendengar nama kota itu, yang terbersit adalah sebuah pantai yang indah. Pantai Senggigi. Barangkali sudah bukan tempat yang “jauh” lagi bagi orang-orang, tapi nyatanya saya belum pernah kesana sekalipun.

Sebuah mimpi yang saya kreasi sendiri mengisahkan, saya akan berdiri di pinggir pantai itu suatu hari nanti. Sekedar menunggu matahari terbenam sambil berbasah-basah kaki atau hura-hura menghabiskan es kelapa muda banyak-banyak. Membayangkan hari itu, barangkali sudah seperti berkhayal backpackeran ke Eropa.

Apa iya seistimewa itu?
Iya. Saya tidak punya alasan apapun, namun entah kenapa pantai ini begitu membuat saya emosional. Ada maupun tidak ada dia *bayangan lagi*.
Senggigi, a place i called “Someday I Will”. 

‘roem

teori ban berjalan


lovely -bird- couple (sumber: inet)
seorang profesor muda cantik enerjik serta punya sepasang telinga yang menarik ( jarang memang, tapi telinga profesor ini memang sungguh menarik percayalah. ndak percaya? ya ndak apa juga. soalnya part ini ndak penting juga sih ) mengemukakan hasil penelitian tak bertanggung jawab. berlandaskan teori sekenanya.

profesor muda cantik enerjik serta punya sepasang telinga yang menarik itu bilang kalau perjodohan yang hak preogatip tuhan itu ibarat ban berjalan. kenapa begitu? tanya salah seorang muridnya yang bermata jeli. apalagi kalau ngitung duit. jeli sekali.

“karena seolah kita berjalan menuju satu titik dalam posisi berseberangan. dimana pada akhirnya kita akan bertemu. insyaallah pasti bertemu”

“ban berjalan buat barang gitu ya, prof?”

“ban berjalan yang koyok di k*rfur itu loh, muridku..”

si murid cantik bermata jeli itu berpikir. lalu bertanya. “tapi kan itu yang di k*rfur dua arah, prof…ndak ketemu, dong?”

meski maksudnya bukan dua jalur melainkan bertemu disatu titik di tengah, profesor muda cantik enerjik serta punya sepasang telinga yang menarik tadi cuma bisa diem. sepicles.

sungguh (tidak) cerdas si profesor muda cantik enerjik serta punya sepasang telinga yang menarik ini. njelasin aja ndak bisa. patut dipertanyakan title esde enam tahunnya itu.

sekian.



G.
rebu, 29 februari 2012
-bersiap pulang di rabu yang tenang :D-

Ketemu Teman Penikmat Classic Rock


Saya suka “Breaking a Law”-nya Judas Priest karena energi berekspresinya yang kuat. Suka hits-hits AC/DC dengan lengkingan suara gitar dan vocalnya, yang sering saya pakai untuk menutupi hobi berteriak-teriak. Kalau “Octavarium”-nya Dream Theatre sangat enak dinikmati sambil setengah merem. Hmmm...

Sayangnya, lagu-lagu ini sudah lama tidak saya dengarkan di tempat umum, karena gak enak sama teman saya yang lain, takut malah mengganggu pendengaran mereka. Karena beberapa kali teman –teman pria saya memperlihatkan ketidaktertarikannya dengan musik-musik jenis ini, apalagi yang perempuan…batin saya.

Tapi kemarin, semua itu terpatahkan. Rekan kerja saya yang bahkan sudah emak-emak… *hihihi…* memutar lagu “Unforgiven”-nya Metallica. Hiiyyyaaa….. itu sangat so sweetttt beibeh!!

Malam sebelumnya saya juga naik angkot yang memutar “Spirit Carries On”-nya Dream Theatre. Memang kalau slow rock macam ini masih banyak yang muter, tapi sungguh kejutan ketika itu dilakukan sama supir angkot yang biasanya lebih memilih dangdut remix. Jadilah perjalanan sepanjang “kawasan malam” Tanah Abang saat itu menenangkan kepala saya.

Saya memang tidak terlalu mengerti dunia musik-memusik, bukan pula yang selalu mengikuti perkembangan musik. Hanya yang saya rasakan, karya-karya mereka ini cocok di telinga saya. Kadang liriknya pun tidak saya kenal, namun kumpulan nada-nadanya terasa pas, menjadi soundtrack untuk suasana hati saya. Halah.

Classic Rock, dari yang progressif sampe yang trash metal masih sangat nikmat rasanya......nikmat. Uhuy! 

Semangat siang teman-teman…. Mari berdendang (dalam hati saja) untuk memperkuat energi kerja kita hari ini. Yuhuuu….

'roem

cintanya palsu

apasih pengertian cinta,,, urgensi dan expresi yang susah di jelaskan, tetapi biasanya kebanyakan orang sependapat bahwa cinta berkaitan dengan yang namanya pengorbanan, rela berkorban demi apa yang diinginkannya,, cinta mampu menutup mata hingga buta.

beberapa bulan yang lalu teman saya sangat mengidamkan sebuah kendaraan dengan merek sebut saja "Joker" begitu histerisnya jika kita jalan kemudian melihat mobil joker lewat,, huuuuiii,,, cuit cuiiit,, langsun pasang kamera cprat cpret,, (pakebb), sembali bergumam "saya akan beli mobil itu".

entah kenapa pagi ini di beritakan kejadian terbakarnya mobil joker di negara paman sam sana, yang berakibat penarikan produk di seluruh negara itu... dan spontan dia bilang yaaa,,, ga jadi beli deeh. wah cintamu palsu

-gone-
sembari cengar cengir colek roem

senyum

smilin' mou (sumber: inet)
kata seorang senyum itu adalah bentuk lengkung yang ajaib.

kenapa ajaib? ya mungkin karena dengan satu lengkung itu sebuah cerita bisa berubah akhir, dari biasa saja menjadi akhir yang membahagiakan misalnya.

kenapa saya tertarik untuk mengurutkan huruf demi huruf disini demi sebuah pembahasan panjang lebar tentang senyum?

ceritanya begini. pagi tadi saya melewati seorang ibu muda yang termangu di depan pintu rumahnya. mukanya datar, memandangi lalu lalang kendaraan yang melintas tergesa. khas aktivitas pagi hari.
mendadak mukanya berubah ramah.

dari sudut mata saya melihat ada sepasang pengendara motor melambaikan tangan pada si ibu tadi. yang disambut dengan anggukan hangat dari si ibu tadi.

pandangan saya kembali ke ibu di depan pintu tadi, kini mukanya berubah. amat berubah. padahal ia hanya mengubah satu hal, garis datar di sela bibirnya menjadi lengkung yang kita bahas di atas tadi : senyuman.


G.
selasa, 28 februari 2012
-disela sakit kepala dan detlen menyelesaikan hutang-hutang tulisan :P-

saya ditinggalkan negara lain

entah mengapa beberapa minggu ini negara api tidak menyerang,,,, atau mungkin kepala negaranya sedang sakit sehingga seluruh warganya sedang manjalankan ritual kesukuan yang konon menggunakan jampe rempah dari 7 gunung 7 sumur 7 laut 7 samudra 7 jalan tol 7 lampu merah 7 halte..

walaupun sudah dilakukan pendekatan melalui juru kuncinya dan dilakukan jg 7x konsinyeering tetapi rupanya wabah di negara api tak kunjung sirna.

-gone-

Belajar Dari Tanah

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”. (QS. 38:71)

Dalam pelajaran bahasa indonesia dikenal ada yang namanya kata benda, kata kerja dan kata sifat, berkaitan dengan Tanah saya mencoba mengambil beberapa sifat tanah yang mudah mudahan bisa mengingatkan kita bahwa manusia memang di ciptakan dari unsur tanah.

Selayaknya tanah pada umumnya mencerminkan sifat kejujuran,, coba perhatikan tanah,, kita tanam padi tumbuh padi,,, di tanami cabe pasti tumbuh cabe,, mustahil kita tanam jagung akan tumbuh jadi tomat, disini ada keselarasan antara apa yang di tanam dan apa yang dihasilkan,, begitu juga manusia selayaknya apa yang ada di hati sejajar dengan apa yang di ucapkan.

Tanah pada umumnya mencerminkan sifat kehidupan, coba perhatikan tanah, tanah tempatnya bermacam kehidupan bergantung,, sumber makanan dan air ada di tanah.. selayaknya manusia bisa menjadikan dirinya kehidupan diantara keluarga dan orang di sekilingnya.. kehidupan yang penuh kasih, berbagi dan peduli.
Tanah juga mencerminkan sifat kedewasaan, coba perhatikan tanah,, kita injak injak,, kita ludahi,,, bahkan buat tempat buang hajatnya beberapa hewan,, bukanya tanah itu rusak malah makin subur, makin bermanfaat bagi tanaman. mari bertanya pada diri sendiri, apakah kita masih suka marah, apa bila ada yang mencaci kita,, anggap saja cacian orang adalah sarana mencuci hati kita agar tetap bersih,,
dan selayaknya manusia adalah Rahmatalli'alamin.

[gone]

Loyalitas Sebagai Pegawai/Karyawan

Berapa lama kita bekerja? 2 tahun,,, 5 tahun? atau lebih. Bekerja di suatu instansi / perusahaan dalam kurun waktu yang cukup lama sering kali disebut sebagai Loyalitas,, loyalitas bisa dari karyawan ke perusahaan ataupun sebaliknya. seadainya kita bekerja sudah 10 tahun,,,dan selama itu juga kita meng apply lowongan lowongan kerja,,, apakah ini jg disebut loyalitas?
Mungkin istilah yang cocok adalah Comfort Zone,,, dimana hubungan timbal balik yang pas antara perusahaan dan karyawannya,,, ukurannya bukan lagi loyalitasnya,, tetapi prestasi apa yang dibuat oleh karyawan dan reward apa yang diberikan perusahaan kepada karyawannya.
Hubungan antara karyawan dan perusahaan adalah hubungan normatif  tidak ada kaitannya dengan yang namanya loyalitas.

-gone-
mudahmudahansudah200karakter-- 

cuma dua ratus karakter sahaja

Cuma dua ratus karakter sahaja. Tapi hari ini bingung mau nulis apa. Padahal seharian banyak peristiwa berharga yang dialami tapi ga tau kenapa ketika mau dituliskan malah mandek. Nulis satu paragraf..macet..ganti topik..baru beberapa kalimat..macet..ganti lagi.. Setidaknya udah ada lima bahan tulisan yang semuanya ga selesai..

Aaaaaaaarrrggh.. :(



End
#memaksa diri menulis dengan suasana hati yang [entah kenapa] tidak galau.
170220122212

Kakek Penjual Rambut Nenek-Nenek


Lihat, betapa ceria wajah kakek yang satu ini. Menghibur kami semua, yang berderet-deret mengantri makanan langka bernama “rambut nenek-nenek”. Kenapa begitu riuh disitu? Si Kakek ini seperti lagi ketemu cucu-cucunya. Kami semua disuruh nyicipin gratis. Dikasihnya pun gak tanggung-tanggung, buanyakkk banget, sampai kami tolak-tolak karena gak tega.

Si Kakek seakan gak peduli, berapa rupiah yang dibayar kepadanya. Beliau terus sibuk menambah dan menambah lagi si rambut nenek-nenek tadi ke dalam plastik-plastik pembelinya. Mbak-mbak kantoran yang cuma nganterin temennya belipun, dipaksa nerima.
Saat tiba giliran kami, salah seorang teman saya order sekian ribu rupiah. Wew... lagi, lagi, lagi dan lagi, si kakek ga berenti-berenti masukin rambut nenek-nenek itu ke kantong plastik kami. Ini kakek, gulanya aja terasa gula asli, apa gak rugi yak. Sudah dua toples sudah ludes, tapi di kantongnya baru terlihat ribu-ribuan aja.
Biar si Kakek ga rugi-rugi amat, kami berusaha ngasih tambahan uang yang mendekati pantas lah ke si kakek ini. Temen saya meletakkan uang itu begitu aja di atas toples, dan rencananya langsung kabur. eh ternyata kalah cekatan sama gerakannya si  kakek. Bahkan tangan teman saya sempat ditarik karena si kakek bener-bener menolak.

“Saya ini ikhlas…betul saya ikhlas…”

Begitu beliau bilang. Teman saya sampai nangis dibuatnya --tapi sambil ngunyah si rambut putih tulang itu sih--
Subhanallah. Semoga menjadi berkah…. Dagangan laris, rejeki lancar, hidup bahagia, dan panjang umur ya Kek, biar makin banyak yang mengecap manisnya rambut nenek-nenek dagangan kakek. Amiin…

'roem

terdampar


sumber: inet

yak.

saya masih terdampar disini. di ruangan kantor yang tiap kubikalnya masih lengkap berisi pekerja. sungguh dedikasi yang mengagumkan. patut dihargai dengan hadiah yang pengadaannya ditanggung sendiri.

saya sedang menanti balasan surel dari atasan. sembari menanti materi desain selesai dibuat untuk dikirimkan sebagai surel kedua.

yang menambah tegang adalah kenyataan bahwa saya sedang ditungguin oleh teman searah pualng yang saya tebengi sampai rumah.

saya perjelas lagi : saya nebeng sama dia sampe rumah. begitulah. hehe.


doakan segera selesai agar segera pulang yaaakkk… #dadahdadahdarijakartapusat


G.
jumat, 17 februari 2012 – ketika ingin pulaaaaaangg :p

When The Job is Done, Walk Away!


Ini salah satu kalimat paling saya sukai dari serial NCIS (Naval Criminal Investigative Service) yang ditayangkan Fox Channel. Kalimat ini tak lain tak bukan adalah aturan ke-11 dari buanyak item yang dibuat Komandan Lapangan NCIS, Leroy Jethro Gibbs. Ia yang berwatak keras tapi penuh kasih sayang, memberikan hak pada anak buahnya untuk segera menikmati waktu pribadi, setelah misi selesai. Karena ia tahu, esok pasti ada tugas lain lagi, yang artinya: si anak buah masih dibutuhkan dalam kondisi bugar luar dalam.

Bila dikaitkan dengan isu hot di kantor saya, saya kira satu kalimat ini ampuh untuk mencegah kita dari berbagai penyakit, terutama tipes dan hepatitis. Maka dari itu, Syeikh --rekan kerja saya-- selaku alumnus hepatitis, langsung ‘chao’ begitu ‘bel imajiner’ pulang kantor berbunyi. Barangkali dia tidak menerima pesan Gibbs ini, tapi ide itu sudah terpatri di sanubari.

Si Syeikh yang konon masih keturunan Benyamin Sueb –karena tinggal di Kemayoran, deket Jalan Benyamin Sueb—ini dengan cerdas mengamalkannya dalam menjalankan tugas sehari-hari. Hingga saya pernah kecele, sudah mbuatin teh hangat habis Solat Magrib, untuk “menyogoknya” supaya mau kerja lebih lama, eee.. ternyata beliaunya sudah pulpul.

Sebenarnya terlalu “pintar” sih, untuk menyamakan antara “job” dengan “jam kerja”. Pintar memelintir maksudnya. Wkwkwk…. Tapi sudahlah, bagaimanapun itu memang terjemahan paling diinginkan dari sekian makna yang mesti ditangkap. Eh tapi kalau masih belum bisa menerima pendapat saya ini, saya punya teori satu lagi (baca: ngeles).

Saya termasuk golongan yang percaya, bahwa pekerjaan itu tidak akan pernah selesai sampai kapanpun. Jadi bukan pekerjaannya, tapi masa kerja kitalah yang bisa kita pakai sebagai batasan dalam beraktivitas. Begitulah, nasehat Gibbs ini dapat kita jadikan panutan sebagai semangat “patuh terhadap jam kerja”.

Apalagi dari segi tuntutan kerja, sangat "apple to apple" membandingkan pekerjaan di kantor saya dengan di NCIS.  Saya bisa pastikan, beban kerja karyawan-karyawan di kantor saya sama berat dengan para detektif di NCIS *sampeyan harus percaya! * Karena itu, amatlah pantas dicontoh bagaimana strategi kerja Si Syeikh tadi. Berpacu dengan segala tuntutan dan tekanan di saat jam kerja, memanfaatkan masa 8/17 dengan seefektif mungkin. Dengan begitu, hidup akan terasa damai setelah jam-jam ‘gila’ itu berakhir.

Gibbs yang punya seabrek tugas, tanggung jawab, ples karakter gila kerja saja, bisa membagi waktu. Hingga dia bisa membuat kapal kayu di rumah dan membaca --entah buku apa-- yang menjadi kesukaannya. 

Hidup tetap bisa berjalan di luar waktu kerja. Masih bisa ngajarin anak-anak belajar, nonton tivi kesukaan, main di rumah tetangga, ngerawat taneman dan masih banyak lagi. Bukan kemudian, untuk solat isya’ saja, mesti bangun malam-malam, bahkan hampir pagi, karena langsung ambruk tak berdaya sepulang dari kantor.

Bagaimanapun saudara-saudara, ketahuilah: bahwa kasur di rumah itu lebih nikmat digunakan mulai jam-jam 8 atau 9 malam ketimbang jam 12 malam ke atas. Keuntungan lainnya, kita bisa rutin absen di sepertiga malam bila disiplin mengamalkannya. Akan kita dapati suasana sepertiga malam yang 'syahdu', mengutip tagline rekan kerja saya yang lain.

Demikianlah modifikasi nasehat utama dari para pendahulu kerja kita.

So guys,  when the bell is “teng”, go!!!

Salam Super,
‘roem.

*nasehat-penghiburan-diri*

Nikmat Mana Lagi Yang Dapat Kau Dustakan

tepat jam 12.02 wbj (waktu bagian jogja), di kesendiran malam manakala kelopak mata hendak menurunkan layarnya, tak henti hentinya hati ini mengucapkan syukur yang sungguh tak ternilai..  tak tau mengapa semakin menyebutMu semakin terang mata ini..

dari beberapa perjalanan kehidupan sungguh akal pikiran dan kosa kata yang ada tidaklah mampu menerangkan bagaimana Allah menampakan kuasa kehendakNya,,

harapan dan do'a yang belum terucap sudah terdengarkan,,,
aku mendekatimu dengan cara berjalan, maka Engkau mendekatiku dengan cara berlari..

Ya Allah yang Maha Kasih tak pilih kasih,,,,
setiap nafas setiap detak jantung memujiMu ya Allah,,
yang terjaga selalu, sujudku sembahku di hadapanMu

hitam ini putih karenaMu,,,gelap ini terang karenaMu,, hambar ini rasa karenaMu,, dosa ini ampun karenaMu,,
hina ini mulia karenaMu,, tuli ini mendengar karenaMu,,, bisu ini bicara karenaMu... buta ini melihat karenaMu..

Ya Allah bukalah mata hatiku, jiwaku, bathinku,, dan selimuti cahaya terangMu..

nikmat mana lagi yang dapat kau dustakan
[gone]



Edisi Renungan: Saya Seorang Kaya


(Coklat,  Kolam Renang dan Ramalan Dukun)

Suatu pagi di Hari Ahad, saya duduk di pinggir kolam renang rumah sambil menikmati coklat sekardus besar bersama suami dan anak-anak. Kaos bergaris putih merah dan kacamata minus, saya kenakan saat itu. Anak-anak saya --dua orang perempuan, Vena dan Icha-- sama lahapnya dengan saya, bersaut-sautan menyantap. Sementara ayahnya anak-anak, duduk diantara kami, mendongeng. Saya sesekali menimpali untuk membumbui cerita. Kadang Icha yang cerewet memotong kalimat ayahnya untuk mengulang-ulang ceritanya. Ia terus berkomentar sambil menyeka helai-helai rambut lurus tipis yang loncat ke wajah cantiknya. 

Hehe…geli lihat tingkahnya ini.

Itulah cerita yang ada di benak saya saat itu. Saat SD. Wew…mengerikan sekali, ternyata saya sudah pernah membayangkan bagian adegan sebuah keluarga sejak umur segitu. Tapi tunggu dulu, bukan soal berkeluarganya, tapi dua hal remeh temeh yang menjadi inspirasi saya di situ: kolam renang dan coklat.  
Saya membayangkan bagaimana kehidupan seorang yang kaya. Rumah besar dengan kolam renang luas, dan punya stok coklat mahal yang banyak. 

Kondisi saya saat itu berbeda.

Bertahun lamanya masa berlalu, kemudian sebuah perbincangan singkat membuat saya terkenang kembali. Ibu saya menyampaikan hal ini: saya akan menjadi “pusaka keluarga”, anak dengan rejeki paling banyak di keluarga ini. Saya tertawa, karena ibu saya masih juga mendengar ramalan dukun iseng itu.

Cinta

Sudah berganti masa lagi, saya semakin menua. Tiba-tiba terngiang apa yang disampaikan ibu saya. Tak butuh waktu lama, saya merevisi “keyakinan” saya kala itu. Bukan berniat syirik, hanya baru tersadar, bahwa saya kaya itu memang benar. Bahkan sudah sejak lahir. 

Betapa tidak? Saya dilahirkan dari orang tua yang punya cinta melimpah, kemudian dibesarkan di tengah keluarga dan lingkungan yang tak pernah menagih imbalan atas apa yang pernah mereka beri. Saya ingat-ingat, tidak menemukan sekalipun saat-saat sulit menjalani hidup. Semua kebutuhan yang diperlukan selalu datang tepat waktu tanpa memberi kesempatan pada yang namanya: kekurangan.

“Apa yang bisa aku bantu?” tanya seorang teman seruangan saya, saat melihat saya sudah mulai tidak fokus mengerjakan tugas kantor. Detail-detail seperti ini yang terus menambah pundi-pundi harta kekayaan saya.

Subhanallah…

'roem